Keluar dari Peringkat Inflasi Tertinggi, Angka inflasi Provinsi Kalimantan Barat Berada di Bawah Angka Nasional

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 17 Oktober 2023 - 15:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalbar, Herti Herawati. (Dok. Kalbarprov.go.id)

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalbar, Herti Herawati. (Dok. Kalbarprov.go.id)

PONTIANAK24JAM.COM – Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalbar Herti Herawati mengungkapkan, saat ini angka inflasi Provinsi Kalbar berada dibawah angka nasional.

Hal itu, diperkuat lagi dengan keluarnya Kalbar dari peringkat 10 besar daerah dengan inflasi tertinggi.

Sementara secara nasional jelas Herti, untuk inflasi secara nasional hingga September 2023, yakni 2,28 persen.

Tentunya, dengan angka inflasi berada dibawah nasional, pihaknya terus melakukan berbagai upaya agar inflasi semakin turun, diantaranya melalui Gerakan Pangan Murah dan Operasi Pasar.

“Diantara intervensi pemerintah terhadap tekan angka inflasi yaitu dengan Gerakan Pangan Murah (GPM) pada pelaksanaan disandingkan dengan Operasi Pasar Murah Bulog atau dikolaborasikan dengan operasi pasar Disperindag.”

Baca artikel lainnya di sini: Sapu Langit Digital Melayani Jasa Pembuatan Media Online yang Berkualitas dengan Paket Hemat

“Semakin banyak barang yang dijual dengan subsidi dari anggaran kita, masyarakat akan semakin banyak membeli dan menyimpan barang, maka inflasi akan turun,” ujar Herti Herawatim, Selasa 17 Oktober 2023.

Herti Herawati menyebut, untuk tahun ini pihaknya menganggarkan 25 kali pelaksanaan GPM.

Salah satunya yang difokuskan di Kota Singkawang Senin (16/10/2023) kemarin.

Disamping itu, pihaknya juga memantau perkembangan harga bahan pokok, terutama beras di Kabupaten Kapuas Hulu mengalami kenaikan.

Begitu juga dengan Kabupaten Sambas, yang notabene daerah lumbung padi mengalami kenaikan harga beras.

“Saya juga agak terkejut Sambas kok kenapa? padahal kan Lumbung Beras. Saya sudah perintahkan staf mengecek apa penyebabnya.”

“Kalau Kapuas Hulu kan jelas terhambat distribusi menggunakan Kapal Bandong reguler, karena sungai surut,” pungkas Herti Herawati.***

Berita Terkait

Mudahkan Akses Keuangan Digital bagi Pelaku Usaha Perikanan di Sambas Kalbar, BRI dan FishLog Jalin Kerja Sama
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Sabtu, 17 Februari 2024 - 16:02 WIB

Pihak Prabowo – Gibran Beri Klarifikasi Terkait Kabar Program Makan Siang Gratis Baru Terlaksana 2029

Kamis, 1 Februari 2024 - 16:31 WIB

Diisukan Sakit Padahal Enerjik di Tengah-tengah Rakyat, Lagi-lagi Prabowo Subianto Jadi Korban Hoaks, Diisukan Sakit

Rabu, 31 Januari 2024 - 07:24 WIB

Bangun Gedung Grha Pers Pancasila 4 Lantai, Kantor PWI DIY di Jalan Gambiran 45 akan Dirobohkan

Senin, 29 Januari 2024 - 14:29 WIB

Paket Press Release dengan Konten Politik, Kurang dari Rp3 Juta Mendapat Publikasi di 10 Media Online

Minggu, 28 Januari 2024 - 23:55 WIB

Imbau Relawan Tak Segera Pulang dari TPS, Calon Presiden Prabowo Subianto: Ambil Foto dan Video

Senin, 22 Januari 2024 - 07:53 WIB

Gibran Rakabuming Raka kepada Mahfud MD Saat Debat Cawapres: Sepertinya Prof. Mahfud agak Ngambek ya

Sabtu, 20 Januari 2024 - 20:30 WIB

Prabowo Subianto Ingin Anak-Anak Dayak Kalimantan Bisa Sekolah di SMA Taruna Nusantara

Sabtu, 20 Januari 2024 - 18:26 WIB

Prabowo Subianto Disambut Ribuan Warga Dayak dan Panglima Jilah Pasukan Merah TBBR di Pontianak

Berita Terbaru